Senin, 07 Mei 2012

pendarahan uterus disfungsi


Pendaraha Uterus Disfungsi

Pendarahan Uterus Disfungsi (PUD) adalah pendarahan abnormal dari uterus yang diakibatkan oleh gangguan hormon semata.
Pendarahan disfungsi dapat terjadi pada siklus ovulatoar, anovulatoar ataupun pada keadaa folikel persisten

  1. PUD pada siklus anovulatoar
pada keadaan anovulatoar korpus luteum tidak terbentuk, akibatnya estrogen yang berlebihan dan kurangnya hormon progesteron.
penyebab : 
  • pendarahan pada masa menars
  • pendarahan pada masa reproduksi
  • pendarahan yang terjadi pada masa pramenopause
  2. PUD pada siklus ovulatoar

pendarahan yang terjadi berbeda dari pendarahan pada suatu haid yang normal.
penyebab :
  • perdarahan pada pertengahan siklus
  • perdarahan akibat gangguan pelepasan endometrium
  • perdarahan bercak 9spoting0 pra haid dan pasca haid
  3. PUD pada keadaan folikel persisten

keadaan ini sering dijumpai pada masa pramenopause. dan jarang terjadi pada masa reproduksi, endometrium secara menetap dipengaruhi oleh estrogen, sehingga terjadi hiperplasia endometrium.
setelah folikel tidak mampu lagi membentuk estrogen maka akan terjadi perdarahan lepas estrogen.


Dasar diagnosis PUD

langkah pertama  yang harus dilakukan sebagai dasar diagnosis adalah menyingkirkan kelainan oraganik dan hemotologi.

disminore


Disminore

Definisi :  nyeri yang dirasakan menjelang dan saat haid

Pembagian :
  1. Disminore Primer
disminore primer / idiopatik/ fungsional => karena ke hormonal, nyeri haid yang di sebabkan oleh faktor-faktor atau penyebab yang dapat di temukan.

disminore primer pada umumnya mulai terjadi dalam kurun waktu usia muda, derajat nyeri sangat berpariasi. pada umumnya nyeri timbul 24-28 jam pertama haid. umumnya keluhan disminore aka berkurang dengan meningkatnya usia dan setelah persalinan.

*etiologi patogenesis adalah teori prostaglandin terutama prostaglandin F2α. Pada akhir daur haid, kadar progesteron menurun, kadar prostaglandin dalam endometrium (dan darah haid) bertambah. peninggian kadar prostaglandin ini menyebabkan bertambahnya kontraksi otot uterus, menyebabkan timbulnya iskemi yang menimbulkan rasa sakit
*dismenore hanya terjadi pada daur haid yang ovulator

  
     2. Disminore Sekunder

pada umumnya mulai dirasakan kala usia yang lebih lanjut (dari masa remaja). rasa nyeri biasanya mulai sebelum datang haid, dapat berlangsung sepanjang haid serta dapat pula disertai keluhan-keluhan lainnya seperti pendarahan banyak, disprareunia serta keputihan

Faktor Penyebab :

  • Infeksi panggul endometriosis
  • Mioma uteri
  • adanya AKDR
  • Polip endometrium
Patogenesis dismenore sekunder :
*kadar prostaglandin F2α dalam endometrium meningkat dengan adanya alat kontrasepsi dalam rahim
*faktor : adanya sumbatan dalam uterus, kelainan anatomi rahim, regangan karena bekuan darah ataupun karena pertumbuhan jaringan menyebabkan bertambahnya kontraksi uterus akibatnya bertambah nyeri

amenore


Amenore

Deinisi :
  • Belum mendapatkan haid, tanpa ada tanda-tanda pertumbuhan seks sekunder sampai usia 14 tahun
  • Sampai umur 16 tahun dengan tanda-tanda seks sekunder, namun belum dapat haid
  • Telah pernah mendapat haid kemudian tidak mengalami haid kembali dalam waktu 3 daur berturut-turut atau enam bulan
  • Amenore primer : sama sekali belum pernah mengalami haid
  • Amenore Sekunder : pernah mengalami haid sebelumnya, untuk kemudian haid berhenti

About Me

Foto Saya
isha shourai
aku bermimpi tentang bagaimana aku dapat mewujudkan semua mimpi-mimpiku. kini, satu persatu mimpi mulai terwujud. dan hanya satu hal tujuan dari semua mimpi yang ku punya, bermanfa'at bagi orang lain. karena sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang paling bermanfa'at bagi orang lain, hingga dia bertaqwa pada Allah pencipta semesta :)
Lihat profil lengkapku
Gambar tema oleh andynwt. Diberdayakan oleh Blogger.

Popular Posts

 

© Secarik Kertas, All Rights Reserved
Design by Dzignine and Conceptual photography